Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Fiqh dan Ushul Fiqh

A.SEJARAH PERTUMBUHAN FIQH ISLAM

Pertumbuhan fiqh dari awal sampai sekarang dapat dibedakan kepada beberapa priode,sebagai berikut:

1.periode rasulullah, yaitu priode insya’ dan takwin yang berlangsung selam 22 tahun, yaitu terhitung sejak dari kebangkitan rasulullah pada tahun 610 M sampai dengan kewafatan beliau pada tahun 632M

2.periode sahabat, yaitu tafsir dan takmil yang berlangsung selama 90 tahun , yaitu terhitung mulai kewafatan rasul sampai dengan akhir abad pertama hijriah

3. priode tadwin dan munculnya para imam mujtahiddan zaman perkembangan serta kedewasaan hukum , yang berlangsung selam 250 tahun.

4.priode taqlid, yaitu priode kebekuan dan statis yang berlangsung mulai pertengahan abad empat hijriah dan hanya Allah yang tahu kapan berakhirnya periode ini

B.SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN USHUL FIQH

Ushul fiqh asal artinya sumber atau dasar. Dasar dari fiqh adalah Ushul Fiqh, berarti Ushul fiqh itu asas atau  dalil fiqh yang diambil Dari al-qur’an  dan sunnah. Ushul fiqh ini sebenarnya sudah ada sejak zaman rasulullah.mengenai ilmu ushul fiqh, ilmu tersebut lahir sejak abad ke-2 H. ilmu tersebut, pada abad pertama H memang tidak diperlukan lantern keberadaan Rasulullah SAW masih bisa mengeluarkan fatwa dan memutuskan suatu hukm berdasakan ajaran Al-Qur’an dan sunnah yang di ilhamkan kepada beliau.

1.Orang yang Pertama Memperkenalkan Ushul Fiqh

Orang pertama yang memperkenalkan ushul fiqh adalah ImamSyafe’i. dan usahanya diikuti oleh tiga orang ulam besar di antaranya, Abu Hasan Muhammad Bin ‘alal Bashariy As Syafe’i, dan Abu HAmid Al-Ghazaliy.

Kemudian disusul pula oleh seorang ulama pengarang ilmu ushul fiqh Qadhi Muhammad bin Ali bin Muhammad As-syaukaniy yang meninggal pada tahun 1255 H.  Kemudain dengan tiba-tiba dating lagi seorang murid dari Qadhi Muhammad bin Ali bernama As-Said Muhammad Shadi Hasan yang menghianatinya . kemudian dinyatakan dalam Hushul Ma’mul min ‘Ilmi Ushul.

 

C.SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBAGAN FIQH DAN USHUL FIQH DI                                               INDONESIA

Sebagaimana yang telah disebutkan tadi bahwa para ulama telah berusaha untuk membukukan ilmu ushul fiqh, sedangkan pada waktu itu ulama-ulama di Indonesia sibuk untujk mempelajari ilmu fiqh mazhab Imam Syafe’I dan mengajarkan Tafsir Jailanin, juga hal-hal yang berhubungan dengan ilmu Nahu dan Sharaf.

Orang  yang bisa mempelajari bermacam-macam ilmu dengan menerjemahkannya dari bahasa Arab ke bahasa Melayu pada masa itu mendapat penghargaan yang setinggi-tingginya dari masyarakat. Sedangkan sebhagioan para Ulama pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan untuk menambah ilmu-ilmu agama, bahkan untuk mencukupkanbermacam-macam Ilmu.sesampai mereka di Mekah mereka berusaha untuk mempelajari bermacam-macam ilmu di masjidil Haram.

Yang pertama kaliu mempelajari di bidang ilmu pengetahuan adalah Alm. Syekh Ahmad Khatib orang Minangkabau (Sumatera Barat), salah seorang imam yang tekun sebagai imam Syafe’I di Mesjid Haram dalm belajar.

Alm Ahmad Khatib mendapat penghargaan yang amat tinggi dan keuntungan yang banyak dalam bermacam-macam ilmu Agama, bahkan dalam ilmu pasti. Setelah itu barulah mereka mempelajari Ilmu Ushul Fiqh, Tauhid, Musththalah Hadist, BAyan, Ma’aniy, Badi’Arud, Qawafiy, dan lain-lain.

Selesainya mereka mempelajari dan menuntut Ilmu Di Mekah barulah mereka pulang ke negerinya masing-masing dan mulailah mereka menebarkan  ilmu-ilmu tersebut, di antar mereka yang terkenal di Sumatera Barat ialah Syekh Muhammad Thaib Umar, Syekh Abdul Karim Amarullah, Syekh Abdullah Ahmad, Syekh Abbas Abdullah, Syekh Ibrahim Musa,

Syekh Sulaiman Ar Rusuli, Syekh Jamil JAbo, Syekh Muhammad Jamil Jambek, dan Syekh Abdullah HAlaban, serta beberapa ulam lainnya.

Semenjak itu tersiarlah ilmu tersebut di daerah-daerah dan pelosok-pelosok, bahkan diwaktu itu mengajarkan ilmu-ilmu tersebut kepada orang-orang yang mempunyai minat dan keinginan untuk mempelajarinya, ini terjadi pada tahun 1310 H (±1890).

Walaupun ilmu Ushul Fiqh sudah menjadi berita yang termasyhur di Indonesia, bahkan ulama-ulama di waktu itu bertekun mempelajarinya.mengharapkan masalah-masalah fiqh, sehingga mereka tidak langsung menerima apa yang di katakn oleh Fuqaha sebelumnya, tetapi adalah dengan menyelidiki secara mendalam, bahkan mereka memakai dalil yang kuat dalam undang-undang yang telah ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh. Kemudian barulah mengatiur pelajaran Ushul Fiqh dalm bermacam-macam tingkatan. Seperti:Tingkatan Ibtidaiyah,Tsanawiyah, ‘Aliyah dan lain-lain .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s