hukum adat

A.pengertian
1. PENGERTIAN ADAT
Istilah adat berasal dari B.Arab yaitu “adah” yang berarti “ragam perbuatan yang berulang-ulang di lakukan”
sedangkan pengertian adat berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adat berarti aturan perbuatan dan sebagainya yang lazim dituruti/dilakukan sejak dulu kala.
2. PENGERTIAN HUKUM ADAT
@ MENURUT SNOUCK HURGRONYE
hukum adat adalah pengendalian sosial yang bersanksi
@ MENURUT VAN VOLLEN HOVEN
Hukum adat adalah aturan-aturan perilaku yang berlaku bagi orang-orang pribumi dan timur asing yang disatu pihak mempunyai sanksi.
pada masa pemerintahan Belanda, penduduk dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan pasal 131 dan 163 IS
-golongan Eropa: Ameriak, belanda, Prancis, Australia, Jepang
-golongan Timur Asing : 1. golongan timur asing Chines
2. golongan timur asing non-chines
-golongan pribumi/bumi putra
@MENURUT TER HAAR
Hukum adat adalah keseluruhan aturan yang terjelmah dari putusan-putusan para fungsionalis hukum dalam arti luas yang mempunyai wibawa serta mempunyai pengaruh yang dalm pelaksanaannya berlaku serta merta dan ditaati dengan sepenuh hati.
3.IDENTIFIKASI HUKUM ADAT
A. SIFAT KHAS HUKUM ADAT
a. Berciri Keagamaan
artinya suatu sikap dari masyarakat hukm adat yang beranggapan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan mendapat ganjaran.
b. Berciri Komunal
Masyarakat memiliki pola pikir yang sama terhadap suatu perbuatan tertentu.
c. Berrciri kongkrit dan visual
dalam hukum adat semua perbuatan yang dilakukan harus terjadi secara jelas, nyata dan dilambangkan dengan bentuk tertentu dan juga setiap perbuatan tersebut harus diketahui atau dilihat, dan didengar oleh kelompok lainnya.
d. mudah menyesuaikan diri
maksudnya yaitu hukum adat hal-hal yang sifatnya prinsip tetap bertahan, tetapi hal-hal yang tidak bersifat prinsip mudah menyesuaikan diri dengan perkembngan zaman.
e. terbuka
artinya dalam hukum adat suatu perbuatan tertentu yang dianggap sudah tidak terlalu relevan dengan perkembangan zaman sudah terbuka untuk menerima pengaruh dari luar
f. Tidak dikodifikasi
hukum adat tidak dibukukan secara teratur dan sistematis seperti layaknya hukum barat.
g. mengedepankan masyarakat dan mufakat
dalam setiap musyawarah mengedepankan keputusan musyawarah
h. tradisional
sifatnya turun-temurun yang tidak diketahui darimana asalnya.
4.TEORI PERTAUTAN ANTRA HUKUM ADAT DENGAN HUKUM ISLAM
a. teori receptio in compleks (penerimaan secara keseluruhan)
dikemukakan oleh SALMON KEYZER, CF WINTER, dan VAN DEN BERG. meyatakan bahwa hukum adat adalah penerimaan keseluruhan dari ajaran agama yang di anut.
b. teori receptie, dikemukakan oleh SNOUCK HURGRONYE, VAN VOLLEN HOVEN dan TER HAAR
Menyatakan bahwa hukum agama baru berlaku apabila hukum adat menghendakinya.
c. teori receptio a contrario, oleh Hazairin mengatakan bahwa antar hukum adat dan hukum agama adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak bisa disamakan dengan demikian keduanya tetap berdiri sendiri.
d. teori penetration pasifique, tolerante of constructive (penerapan secara damai, toleransi untuk membangun)
dengan masuknya Agama Islam di Indonesia maka hukum adat sangat dipengaruhioleh hukum Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s